Seorang yang masuk dalam dunia wirausaha harus dapat menentukan pilihan yang sekiranya akan membawa perusahaannya kearah yang lebih baik. Berani bertindak dan tidak takut akan resiko yang sekiranya akan terjadi menjadi sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin berwirausaha. Sikap ini pula yang dipegang oleh salah seorang pengembang social media “Facebook” Mark Zuckerberg dalam mengembangkan situs jejaring social facebook hingga bisa sukses seperti sekarang ini.
Mimpi dan imajinasi adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan bisnis. Jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah setinggi mungkin dan berkhayalah seluas-luasnya. Permasalahan yang sering muncul adalah ketika seseorang membatasi mimpinya karena merasa tidak mampu untuk mewujudkannya. Kita harus berani membuat mimpi besar kita menjadi nyata dengan memperhitungkan semua hal yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Manfaatkan dunia maya untuk mencuri informasi sebanyak-banyaknya. Jangan takut atau malu untuk bertanya pada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman dari kita.
Jangan mempercayai mitos bahwa orang yang sukses harus memiliki gelar sarjana. Cukup kita memiliki mimpi, semangat, dan ketekunan dalam diri kita sudah menjadi modal yang besar untuk pengembangan bisnis. Saya pribadi mengenal salah seorang bisnisman yang kini telah sukses dengan bisnis-bisnisnya yang sangat besar. Ia memberanikan diri untuk pergi meninggalkan kota asalnya serta meninggalkan kuliahnya (kalau yg ini jangan di tiru ya
) dan membangun sebuah bisnis. Pendapatan yang ia peroleh saat itu sangat mencukupi, dan perlahan ia meluaskan bisnis yang ia dalami. Kini ia menjadi
sosok yang besar dengan semua bisnisnya yang sangat maju.
Terkadang seseorang dapat menentukan pilihan yang tepat dan ia yakini ketika ia berada di dalam kondisi yang sangat mendesak. Bila orang tersebut berada pada kndisi yang sangat mendesak, ia tidak akan melihat resiko terhadap apa yang ia ingin raih. Yang berada di pikirannya hanyalah bagaimana cara agar ia dapat meraih hal itu sesegera mungkin. Sikap ini seharusnya ditanamkan juga dalam keadaan yang tidak terdesak agar bisnis yang ia jalankan dapat berjalan maksimal. Kegiatan wirausaha sangat menyenangkan apabila usaha yang dibuat sesuai dengan hobi atau kegemaran yang dimiliki oleh diri kita masing-masing. Dengan demikian, kita akan menekuni bisnis yang kita jalankan dan akan mudah memunculkan inovasi baru yang bermanfaat.
Ada beberapa macam unsur yang hendaknya dipahami dalam menjalankan kegiatan wirausaha.
Unsur-unsur wirausaha tersebut antara lain:
1. Unsur pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) memiliki peran tertinggi dalam wirausaha. Wirausahawan hendaknya memiliki pengetahuan (knowledge) terhadap bisnis yang ia tekuni. Apabila ia tidak memiliki pengetahuan terhadap bisnisnya, maka orang lain dengan sangat mudah dapat membodohi wirausahawan tersebut. Umumnya para wirausaha dan eksekutif dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang relatif walaupun kurang mendalam. Jika ingin maju dan tidak tertinggal haruslah menambah pengetahuannya tiap hari. Dalam diri wirausahawan harus terus memikirkan perkembangan bisnisnya, selalu terjadi perubahan nilai, volume, dan jenis barang yang diperdagangkan, harganya dan bahkan kadang-kadang peraturannya. Itu semua harus di ikuti agar
usahanya tetap bertahan.
2. Unsur keterampilan
Untuk dapat mengembangkan bisnis yang dijalani, perlu adanya sifat terampil memunculkan inovasi baru. Pelanggan akan cepat bosan bila produk atau system dari suatu usaha konstan dan tidak inovatif. Mereka akan lebih memilih toko yang baru dan mampu bersaing untuk dikunjungi. Sebaliknya, bila usaha yang kita bangun memiliki kreatifitas tinggi, maka pelanggan akan tetap bertahan di usaha kita dan akan terus berkembang. Oleh karena itu, sikap terampil ini menjadi sorotan yang tinggi dari pelanggan.
3. Unsur sikap mental
Mental yang tinggi akan dapat mengurangi rasa takut dari seorang wirausahawan untuk melakukan perubahan. Mungkin rasa takut ini menjadi masalah yang sering muncul bagi seorang wirausahawan. Disini seorang wirausahawan dituntut untuk memiliki mental yang tinggi agar dapat bersaing dengan saingan mereka. Tingkah laku yang di tunjukkan seseorang dalam menghadapi situasi tersebut banyak mencirikan sikap mentalnya. Bagaimana seseorang menjawab suatu pertanyaan atau melaksanakan suatu perintah atau tugas yang diberikan kepadanya, akan dapat menggambarkan sikap mentalnya. Rasa tanggung jawab, kejujuran, ketegasan, keberanian untuk mengambil tindakan, inisiatif, dan berbagai tindakan lainnya, juga dapat menggambarkan sikap mental seseorang walaupun hanya secara lahiriyahnya saja.
4. Unsur kewaspadaan
Waspada terhadap pesaing yang ingin menjatuhkan kita, waspada terhadap bencana alam, waspada terhadap segala hal yang akan menurunkan bisnis kita. Semakin tinggi suatu bisnis, tentu saja semakin banyak yang ingin menjatuhkannya. Maka dari itu seorang wirausahawan harus waspada terhadap segala hal yang dapat menjatuhkan bisnis yang ditekuninya. Seorang
wirausahawan dituntut untuk bersikap reflek, dimana kita dituntut untuk menemukan solusi dari resiko resiko yang dapat terjadi dari bisnis kita dan bukan menghindari suatu inovasi karena takut akan resiko yang terjadi dalam inovasi yang baru tersebut.
5. Unsur Kemandirian
Kebanyakan orang yang tidak percaya akan kemampuan yang dimiliki dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang mandiri akan lebih sukses daripada seseorang yang selalu bergantung pada orang lain. Sesuai dengan pengertian wirausaha dimana bisnis yang dijalankan adalah berdiri sendiri. Percaya pada diri dan bisnis yang dijalani agar dapat berkembang dengan baik.
6. Unsur Keberanian
Seorang wirausahawan harus berani dan yakin akan ide yang ia temukan. Dengan begitu ia akan mampu menjalankan ide yang ia temukan. Bila ia tidak berani dan takut terhadap resiko yang akan terjadi, maka usaha yang ia dirikan akan jatuh dikarenakan usahanya tidak berkembang. Kasus terparah apabila seorang yang ingin berwira usaha dan sudah memiliki ide yang cukup matang, tetapi ia takut terhadap kerugian bila menjalani bisnis tersebut. Sehingga bisnis yang ia idamkan tidak dapat berdiri. Disini seorang wirausahawan dituntut untuk berani mengalahkan semua resiko yang ada dalam bisnis yang ditekuninya masing-masing.
7. Unsur Komitmen
Semua orang pasti memiliki komitmen dalam dirinya. Seorang mahasiswa yang berkomitmen untuk lulus cepat dengan IP yang tinggi, seorang presiden yang berkomitmen untuk kemajuan negara, seorang dosen yang berkomitmen memberi pengarahan yang baik pada mahasiswa yang diasuhnya. Begitu juga dengan seorang wirausahawan. Ia harus memiliki komitmen yang tinggi
pada bisnis yang ia bangun. Dari awal berkomitmen untuk membangun bisnis tersebut, hingga seterusnya berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang telah dibangun tersebut.
Untuk memulai berwirausaha, tidak harus memiliki dana yang besar. Disekeliling kita pasti ada peluang-peluang bisnis yang mungkin saat ini belum dapat kita sadari. Akan tetapi bila dilihat lebih dekat lagi, pasti peluang-peluang itu akan terlihat. Bagi yang memiliki modal kecil, bangunlah usaha kecil-kecilan secara perlahan. Dari hasil keuntungan bisnis kecil-kecilan itu, perlahan kita dapat mengembangkan bisnis kita.
Jadilah orang yang visioner. Memiliki visi masa depan dan kemampuan mencapai visi tersebut. Pengusaha yang sukses pasti memiliki visi yang tinggi akan karirnya. Dengan visi yang tinggi akan muncul misi-misi yang lebih baik pula untuk mengembangkan bisnis anda.
Jadilah orang kaya. Maksud dari perkataan disini adalah anda diharapkan berpikir seperti pikiran orang kaya. Dimana
apabila mereka mendapatkan uang, mereka tidak menghabiskannya langsung untuk kebutuhan sesaat. Mereka lebih memilih bagaimana cara untuk mengembangbiakkan uang tersebut sehingga dari uang yang besar akan tumbuh uang yang lebih besar lagi, begitu seterusnya.





Maret 1890, Everett, Mass, Amerika Serikat – meninggal 28 Juni 1974, Belmont, Mass) US insinyur listrik dan administrator. Dia mengajar terutama di MIT (1919 – 38, 1.955-71). Pada akhir 1920-an dan ’30s, Bush dan murid-muridnya dibangun beberapa komputer analog elektronik untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Dia membantu menemukan Raytheon Co, dan ia menjabat sebagai presiden dari Institut Carnegie (1939 – 55). Pada tahun 1941 ia menjadi direktur dari US Office of Scientific Research and Development, di mana dia membantu mengatur kapasitas Proyek Manhattan. Dengan menyediakan dukungan pemerintah untuk universitas berbasis penelitian ilmiah, lembaga membuka jalan bagi bantuan federal sesudah perang dasar penelitian ilmiah. Sebagai penasihat Pres. Franklin Roosevelt, ia meletakkan dasar bagi pembentukan National Science Foundation (1950). Sebuah pencarian informasi dan sistem penjelasan ia menggambarkan menjadi prototipe teori hypertext, dasar dari World Wide Web. Bush lulus dari Universitas Tufts pada tahun 1913 dan kemudian mengajar teknik elektro di Massachusetts Institute of Technology. Sementara masih di MIT, ia cofounded tabung radio yang sukses perusahaan: Raytheon. Selama dekade berikutnya, Bush merancang serangkaian kalkulator mekanik, disebut analisis diferensial, yang pada awalnya berguna untuk simulasi operasi listrik grid, tapi pada pertengahan, Äêthirties menjadi luas dilihat sebagai paling kuat di dunia komputer. Dia menjabat sebagai presiden (1939) dari Institusi Carnegie. Pada Juni 1940, Bush membujuk Presiden Franklin D. Roosevelt untuk menamai dia kepala badan federal yang baru diisi dengan sipil mengkoordinasikan riset mengenai masalah-masalah militer. Sebagai ketua Dewan Riset Pertahanan Nasional (dan kemudian badan induknya, yang Organization for Scientific Research and Development), Bush mengawasi ratusan penciptaan teknologi militer, terutama radar dan jarak sumbu. Dia dinetralkan skeptis dalam Departemen Angkatan Darat dan Angkatan Laut dengan mengandalkan pada garis langsung kepada Roosevelt. Dan dia mengandalkan ahli teknis untuk menetapkan prioritas. Pikiran pertama Bush di senjata atom mungkin tidak memainkan peran dalam Perang Dunia II. Tapi ia berubah pikiran pada musim gugur 1941 dan ditetapkan dalam penciptaan gerak Proyek Manhattan, memilih tentara untuk langsung crash program karena ia tidak dipercaya Angkatan Laut untuk meremehkan dirinya dan ilmuwan lain. Di antara pemerintah yang pertama dalam memperkirakan implikasi yang lebih gelap senjata atom, Bush memperingatkan Menteri Perang Henry L. Stimson di September 1944 tentang kemungkinan, Aua perlombaan senjata rahasia, au yang mungkin diakibatkan di Amerika Serikat kehilangan, Äútemporary keuntungan, AU senjata atom. Seperti ras mungkin dihindari, ia menyarankan,, lengkap Äúby ilmiah internasional dan pertukaran teknis mengenai hal ini., Au Namun, di musim panas 1945, Bush merekomendasikan bahwa bom atom yang dijatuhkan di Jepang. Dari 1945 sampai 1948, Bush berusaha untuk menciptakan sipil, Äêdominated direktorat dalam pembentukan militer AS yang akan merasionalisasi penelitian, menetapkan prioritas untuk cabang-cabang individu dan membatasi duplikasi. Layanan, pada saat itu berniat membangun organisasi-organisasi riset mereka sendiri, menolak perencanaan terpusat, tetapi Bush berhasil menciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (RDB) di Pentagon yang ketua (awalnya Bush) melaporkan langsung kepada Menteri Pertahanan. The RDB meletakkan landasan untuk kemudian, lebih efektif koordinasi penelitian militer.


