Motivasi dan Cara Menjadi Seorang Entrepreneur

Seorang yang masuk dalam dunia wirausaha harus dapat menentukan pilihan yang sekiranya akan membawa perusahaannya  kearah yang lebih baik. Berani bertindak dan tidak takut akan resiko yang sekiranya akan terjadi menjadi sikap yang  harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin berwirausaha. Sikap ini pula yang dipegang oleh salah seorang pengembang social media “Facebook” Mark Zuckerberg dalam mengembangkan situs jejaring social facebook hingga bisa sukses seperti sekarang ini.

Mimpi dan imajinasi adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan bisnis. Jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah  setinggi mungkin dan berkhayalah seluas-luasnya. Permasalahan yang sering muncul adalah ketika seseorang membatasi  mimpinya karena merasa tidak mampu untuk mewujudkannya. Kita harus berani membuat mimpi besar kita menjadi nyata dengan  memperhitungkan semua hal yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Manfaatkan dunia maya untuk mencuri informasi sebanyak-banyaknya. Jangan takut atau malu untuk bertanya pada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman dari kita.

Jangan mempercayai mitos bahwa orang yang sukses harus memiliki gelar sarjana. Cukup kita memiliki mimpi, semangat, dan ketekunan dalam diri kita sudah menjadi modal yang besar untuk pengembangan bisnis. Saya pribadi mengenal salah seorang bisnisman yang kini telah sukses dengan bisnis-bisnisnya yang sangat besar. Ia memberanikan diri untuk pergi meninggalkan kota asalnya serta meninggalkan kuliahnya (kalau yg ini jangan di tiru ya :D ) dan membangun sebuah bisnis. Pendapatan yang ia peroleh saat itu sangat mencukupi, dan perlahan ia meluaskan bisnis yang ia dalami. Kini ia menjadi
sosok yang besar dengan semua bisnisnya yang sangat maju.

Terkadang seseorang dapat menentukan pilihan yang tepat dan ia yakini ketika ia berada di dalam kondisi yang sangat mendesak. Bila orang tersebut berada pada kndisi yang sangat mendesak, ia tidak akan melihat resiko terhadap apa yang ia ingin raih. Yang berada di pikirannya hanyalah bagaimana cara agar ia dapat meraih hal itu sesegera mungkin. Sikap ini seharusnya ditanamkan juga dalam keadaan yang tidak terdesak agar bisnis yang ia jalankan dapat berjalan maksimal. Kegiatan wirausaha sangat menyenangkan apabila usaha yang dibuat sesuai dengan hobi atau kegemaran yang dimiliki oleh diri kita masing-masing. Dengan demikian, kita akan menekuni bisnis yang kita jalankan dan akan mudah memunculkan inovasi baru yang bermanfaat.

Ada beberapa macam unsur yang hendaknya dipahami dalam menjalankan kegiatan wirausaha.

Unsur-unsur wirausaha tersebut antara lain:

1. Unsur pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) memiliki peran tertinggi dalam wirausaha. Wirausahawan hendaknya memiliki pengetahuan (knowledge) terhadap bisnis yang ia tekuni. Apabila ia tidak memiliki pengetahuan terhadap bisnisnya, maka orang lain dengan sangat mudah dapat membodohi wirausahawan tersebut. Umumnya para wirausaha dan eksekutif dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang relatif walaupun kurang mendalam. Jika ingin maju dan tidak tertinggal haruslah menambah pengetahuannya tiap hari. Dalam diri wirausahawan harus terus memikirkan perkembangan bisnisnya, selalu terjadi perubahan nilai, volume, dan jenis barang yang diperdagangkan, harganya dan bahkan kadang-kadang peraturannya. Itu semua harus di ikuti agar
usahanya tetap bertahan.

2. Unsur keterampilan
Untuk dapat mengembangkan bisnis yang dijalani, perlu adanya sifat terampil memunculkan inovasi baru. Pelanggan akan cepat bosan bila produk atau system dari suatu usaha konstan dan tidak inovatif. Mereka akan lebih memilih toko yang baru dan mampu bersaing untuk dikunjungi. Sebaliknya, bila usaha yang kita bangun memiliki kreatifitas tinggi, maka pelanggan akan tetap bertahan di usaha kita dan akan terus berkembang. Oleh karena itu, sikap terampil ini menjadi sorotan yang tinggi dari pelanggan.

3. Unsur sikap mental
Mental yang tinggi akan dapat mengurangi rasa takut dari seorang wirausahawan untuk melakukan perubahan. Mungkin rasa takut ini menjadi masalah yang sering muncul bagi seorang wirausahawan. Disini seorang wirausahawan dituntut untuk memiliki mental yang tinggi agar dapat bersaing dengan saingan mereka. Tingkah laku yang di tunjukkan seseorang dalam menghadapi situasi tersebut banyak mencirikan sikap mentalnya. Bagaimana seseorang menjawab suatu pertanyaan atau melaksanakan suatu perintah atau tugas yang diberikan kepadanya, akan dapat menggambarkan sikap mentalnya. Rasa tanggung jawab, kejujuran, ketegasan, keberanian untuk mengambil tindakan, inisiatif, dan berbagai tindakan lainnya, juga dapat menggambarkan sikap mental seseorang walaupun hanya secara lahiriyahnya saja.

4. Unsur kewaspadaan
Waspada terhadap pesaing yang ingin menjatuhkan kita, waspada terhadap bencana alam, waspada terhadap segala hal yang akan menurunkan bisnis kita. Semakin tinggi suatu bisnis, tentu saja semakin banyak yang ingin menjatuhkannya. Maka dari itu seorang wirausahawan harus waspada terhadap segala hal yang dapat menjatuhkan bisnis yang ditekuninya. Seorang
wirausahawan dituntut untuk bersikap reflek, dimana kita dituntut untuk menemukan solusi dari resiko resiko yang dapat terjadi dari bisnis kita dan bukan menghindari suatu inovasi karena takut akan resiko yang terjadi dalam inovasi yang baru tersebut.

5. Unsur Kemandirian
Kebanyakan orang yang tidak percaya akan kemampuan yang dimiliki dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang mandiri akan lebih sukses daripada seseorang yang selalu bergantung pada orang lain. Sesuai dengan pengertian wirausaha dimana bisnis yang dijalankan adalah berdiri sendiri. Percaya pada diri dan bisnis yang dijalani agar dapat berkembang dengan baik.

6. Unsur Keberanian
Seorang wirausahawan harus berani dan yakin akan ide yang ia temukan. Dengan begitu ia akan mampu menjalankan ide yang ia temukan. Bila ia tidak berani dan takut terhadap resiko yang akan terjadi, maka usaha yang ia dirikan akan jatuh dikarenakan usahanya tidak berkembang. Kasus terparah apabila seorang yang ingin berwira usaha dan sudah memiliki ide yang cukup matang, tetapi ia takut terhadap kerugian bila menjalani bisnis tersebut. Sehingga bisnis yang ia idamkan tidak dapat berdiri. Disini seorang wirausahawan dituntut untuk berani mengalahkan semua resiko yang ada dalam bisnis yang ditekuninya masing-masing.

7. Unsur Komitmen
Semua orang pasti memiliki komitmen dalam dirinya. Seorang mahasiswa yang berkomitmen untuk lulus cepat dengan IP yang tinggi, seorang presiden yang berkomitmen untuk kemajuan negara, seorang dosen yang berkomitmen memberi pengarahan yang baik pada mahasiswa yang diasuhnya. Begitu juga dengan seorang wirausahawan. Ia harus memiliki komitmen yang tinggi
pada bisnis yang ia bangun. Dari awal berkomitmen untuk membangun bisnis tersebut, hingga seterusnya berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang telah dibangun tersebut.
Untuk memulai berwirausaha, tidak harus memiliki dana yang besar. Disekeliling kita pasti ada peluang-peluang bisnis yang mungkin saat ini belum dapat kita sadari. Akan tetapi bila dilihat lebih dekat lagi, pasti peluang-peluang itu akan terlihat. Bagi yang memiliki modal kecil, bangunlah usaha kecil-kecilan secara perlahan. Dari hasil keuntungan bisnis kecil-kecilan itu, perlahan kita dapat mengembangkan bisnis kita.

Jadilah orang yang visioner. Memiliki visi masa depan dan kemampuan mencapai visi tersebut. Pengusaha yang sukses pasti memiliki visi yang tinggi akan karirnya. Dengan visi yang tinggi akan muncul misi-misi yang lebih baik pula untuk mengembangkan bisnis anda.
Jadilah orang kaya. Maksud dari perkataan disini adalah anda diharapkan berpikir seperti pikiran orang kaya. Dimana
apabila mereka mendapatkan uang, mereka tidak menghabiskannya langsung untuk kebutuhan sesaat. Mereka lebih memilih bagaimana cara untuk mengembangbiakkan uang tersebut sehingga dari uang yang besar akan tumbuh uang yang lebih besar  lagi, begitu seterusnya.

Mengupas apa yang ada di balik CHORD dalam keyboard

Mungkin sebagian dari teman-teman sudah memahami tentang apa itu chord. Dalam chord dikenal istilah Chord tones atau beberapa nada yang memberi “warna” dalam chord tersebut yang akan menghasilkan suara yang enak untuk didengar. okeh, tanpa banyak bacot lagi langsung aja kita ke topik utamanya :D

Chord menurut versi gw dibagi menjadi 7 jenis, antaralain

  • Main
  • Sixth
  • Seventh
  • nineth
  • Eleventh
  • Thirteenth
  • Chord invert bass

Sekali lagi, ini menurut versi gw yah, mungkin ada versi versi lainnya ;)

  • MAIN

Teman-teman pasti sudah mengetahui beberapa tentang chord main ini. Chord main ini adalah chord dasar yg sudah biasa digunakan. Contoh chord main adalah chord-chord major, minor, Augmented, diminished, suspended, Triton. Berikut gw tampilkan implementasinya:

-Major:
C: C E G
D: D Fis A
E: E Gis B
F: F A C
G: G B D
A: A Cis E
B: B Dis Fis

-Major Flat 5th (Majb5): C E Fis

-Minor: (nada kedua dari major turun setengah)
cm: C Dis G
dm: D F A
em: E G B
fm: F gis C
gm: G Bes D
am: A C E
bm: B D Fis

-Augmented (aug): C E Gis

-Augmented Suspended 4th (Augsus4): C F Gis

-Diminished (mb5): C Dis Fis

-suspended 2nd (sus2): C D G            —> nada ke 2 diganti dgn nada ke 2 dalam tangga nada (c d) d=nada ke dua

-Suspended 4th (sus4): C F G              —> nada ke 2 diganti dgn nada ke 4 dalam tangga nada (cdef) f=nada ke 4

-Triton (tri): C Cis Fis A

  • SIXTH

Chord sixth atau yang biasa disaksikan dengan tanda “6th” atau “6″ merupakan pengembangan dari chord main diatas. Yang membedakan adalah penambahan nada ke 6 pada tangga nada ionian. Berikut gw tampilkan implementasi dalam kunci C, untuk yang lainnya silakan di coba sendiri dengan konsep yang sama.

-sixth (6): C E G A                —> nambah nada ke 6 (c d e f g a) a=nada ke 6

-minor Sixth (m6): C Dis G A

-sixth add 9nth(nineth) (6add9): C E G A D     —> nambah nada ke 9 (c d e f g a b c d) d=nada ke 9

-minor sixth 9nth (m6add9): C Dis G A D

-Sixth Suspended 4th(fourth) (6sus4): C F G A    —> nada ke 2 diganti dgn nada ke 4 dalam tangga nada (cdef) f=nada ke 4

  • SEVENTH

Konsep di Chord seventh itu seperti ini :

o> Major Seventh (M7), berarti menambahkan nada ke 7 dalam tangga nada ionian.

o> Seventh (7), berarti nada ke 7 di turunkan setengah dari tangga nada ionian.

Implementasinya dalam chord C :
-seventh (7): C E G Bes                —>nada ketujuhnya adalah B, lalu B diturunkan setengah (mol) menjadi BES (Bb)

-seventh add 11nth (7add11): C E G Bes F     —>nambah nada ke 11=F

-seventh add 13nth (7add13): C E G Bes A    —>nambah nada ke 13=A

-Seventh flat 5th (7b5): C E Fis Bes          —>nambah nada ke 5 yang diturunun 1/2 (flat) = fis

-seventh flat 5th flat 9nth (7b5b9): C E Fis Bes Cis —>nambah nada ke 5 yang diturunun 1/2 (flat) = fis (G digantikan Fis) dan nada ke 9 yg diturunin 1/2=Cis

-seventh flat 9nth (7b9): C E G Bes Cis        —>nambah nada ke 9 yg diturunin 1/2=Cis

-seventh sharp 11nth (7#11): C E G Bes Fis    —>nambah nada ke 11 yg dinaikin 1/2 (sharp)= Fis tinggi

-seventh sharp 5th (7#5): C E Gis Bes        —>nambah nada ke 5 yg dinaikin 1/2 (sharp)= Gis

-seventh sharp 5th flat 9nth (7#5b9):

-seventh sharp 5th sharp 9nth (7#5#9):

-seventh sharp 9nth (7#9):

-seventh suspended 4th (7sus4): C F G Bes    —>nada ke 2 diganti nada ke 4 pada ionian = F

-Major Seventh (M7): C E G B

-Major Seventh add 13 nth (M7add13): C E G B A —>nambah nada ke 13=A

-Major Seventh flat 5th (M7b5): C E Fis B

-Major Seventh sharp 11nth (M7#11): C E G B Fis

-Major Seventh sharp 5th (M7#5): C E Gis B

-minor Major seventh (m-Maj7): C Dis G B

-minor Seventh (m7): C Dis G Bes

-minor Seventh add 11nth (m7add11): C Dis G Bes F

-minor Seventh add 13nth (m7add13):

-minor seventh flat 5th (m7b5):

-minor seventh flat 9nth (m7b9):

Untuk yang masih kosong silakan isi sendiri ya, itung itung latian, gw males ngetiknya.. konsepnya sama kok.. hehehe :D

  • NINENTH

Chord Ninenth mengacu pada chord seventh, dimana untuk chord ninenth hanya menambahkan nada ke 9 dalam tangga nada Ionian  dari chord seventh. contoh implementasi dalam chord C:

-Ninenth (9): C E G Bes D             —>dari 7th, ditambah nada ke 9 = D

-Ninenth add (add9): C E G D            —>dari chord major biasa (ex:C) ditambah nada ke 9 = D

-Ninenth Flat 13nth (9b13)

-Ninenth Flat 5th (9b5)

-Ninenth sharp 11nth (9#11)

-Ninenth sharp 5th (9#5)

-Ninenth suspended 4th (9sus4)

-Major ninenth (M9): C E G B D            —>dari M7, ditambah nada ke 9 = D

-Major Ninenth Sharp 11nth (M9#11)

-Major ninenth sharp 5th (M9#5)

-Major ninenth suspended 4th (M9sus4): C F G B D

-minor Major ninenth (m-Maj9):  C Dis G B D

-minor Ninenth (m9): C Dis G Bes D        —>dari 9th dim

-minor add 9nth (madd9): C Dis G D

-minor Ninenth flat 5th (m9b5)

Sama halnya dengan part sebelumnya, Untuk yang masih kosong silakan isi sendiri ya, itung itung latian, gw males ngetiknya.. konsepnya sama kok.. hehehe ;)

  • ELEVENTH

Chord Eleventh merupakan pengembangan dari chord ninenth, dimana adanya penambahan nada ke sebelas dalam tangga nada ionian didalamnya. Contoh implementasinya dalam C:

-Eleventh (11): C E G Bes D F            —>dari 9nth, ditambah nada ke 11 = F

-eleventh flat 9nth (11b9)

-Major Eleventh (M11): C E G B D F        —>dari maj9, ditambah nada ke 11 = F

-minor Major Eleventh (m-M11): C Dis G B D F

-minor Eleventh (m11): C Dis G Bes D F

  • THIRTEENTH

Sama halnya dengan Chord Eleventh, chord Thirteenth juga mengacu pada chord Ninenth. Bedanya kalau di eleventh nada ke 11, kalau disini  ditambah  nada ke 13. Contoh implementasi dalam C:

-Thirteenth (13): C E G Bes D A            —>dari 9nth, ditambah nada ke 13 = A

-thirteenth flat 5th flat 9nth (13b5b9)

-Thirteenth flat 9nth (13b9)

-Thirteenth sharp 9nth (13# 9)

-Major Thirteenth (M13): C E G B D A        —>dari M9, ditambah nada ke 13 = A

-minor Major Thirteenth (m-M13): C Dis G B D A

-minor Thirteenth (m13): C Dis G Bes D A

  • INVERT BASS

Chord Invert bass agak beda dengan chord chord sebelumnya. Chord ini merupakan chord yang bisa dikatakan unik dan memiliki nada yang sangat indah dalam penggunaannya. Tetapi walaupun memiliki suara yang indah, Chord ini juga tidak terus digunakan dari awal sampai akhir lagu. Jadi, Chord Invert bass ini merupakan implementasi lebih dalam lg dari seluruh chord yang di bahas sebelumnya, yaitu dengan membedakan nada BASS pada chord tersebut.

Contohnya:

- C/G yang artinya chord di C Major, tetapi  Bass di G,

- B diminished / Bes (Bmb5/Bes) yang artinya chord B diminished dengan bass di Bes

- D/A

- E/Gis

DLL.. (silakan implementasikan sendiri)

“bass” pada chord tersebut akan membuat sebuah nada bisa dikatakan Menggigit bila di masukkan dalam chord-chord progression seperti:

Bm – B diminished / Bes (Bmb5/Bes) – D/A – E/Gis – G
chord Progression ini digunakan dalam sebuah lagu gw, dari band gw yg bertitle LINEAR :D
kalau mau download lagunya silakan aja kunjungi.. LINEAR-UNTUK_DUNIA (promosi sedikit.. hehe)

Oh iya, ini ada halaman gw di reverbnation, silakan di click DISINI, denger semua lagunya, dan di like yah :)

Mungkin cuma sekian yang dapat saya Share ke teman-teman, bila ada kesalahan mohon dimaafkan dan dipersilakan untuk meralatnya dengan fasilitas Comment yang diberikan..
makasi ya.. ;)

Istilah-istilah dalam Internet

Mungkin ini berguna buat kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut apa saja istilah yang ada dalam internet..

Sebenarnya ada apa saja sih dalam istilah internet?? berikut akan sy share beberapa tentang istilah istilah yang digunakan.. :D

 

Ø  ARP (Address Resolution Protocol): sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang    bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).

 

Ø  ASP (Active Server Page)    : script yang berbasis Server Side artinya seluruh proses aplikasi dikerjakan sepenuhnya didalam server, sehingga butuhkan sebuah web server untuk menjalankan script Active Server Pages (ASP).

 

Ø  ATM (Asynchronous Transfer Mode) : protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Kata asynchronous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron, yaitu masing-masing pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock) yang tersinkronisasi.

Ø  CATV (Community Antenna Television) :     lebih diartikan sebagai penggunaan kabel dalam siaran TV, dan menjelaskan fungsi pendistribusian serangkaian kanal atau program acara TV yang dirancang untuk para peminat dalam jumlah terbatas, dan bukan untuk masyarakat umum.

Ø  Ethernet :  merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.

Ø  FTP (File Transfer Protocol)                     :  sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork, yang berfungsi untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP

Ø  HTML (Hypertext Markup Language): bahasa markup standar  yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet, seperti seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer.

 

Ø  HTTP (Hypertext Transfer Protocol)    : sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.

Ø  ICMP (Internet Control Message Protocol) : salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet, digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

 

Ø  IP (Internet Protocol) : Protokol Internet adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.

 

Ø  ISDN (Integrated Services Digital Network)                : suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas.

 

Ø  ITP (IP Transfer Point)                        : sebuah perangkat (hardware dan software) yang mampu menyalurkan trafik Signaling System 7 (SS7) di atas jaringan IP (SS7 over IP).

Ø  Java Applet : sebuah program kecil yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, yang diakses melalui halaman Web dan dapat di-download ke dalam mesin klien yang kemudian menjalankannya di dalam jendela penjelajah web.

 

Ø  Java Script : nama implementasi Netscape Communications Corporation untuk ECMAScript standar, suatu bahasa skrip yang didasarkan pada konsep pemrograman berbasis prototipe.

 

Ø  JSP (Java Script Page)                         : teknologi untuk mengontrol isi atau tampilan halaman Web melalui penggunaan servlet, program kecil yang dijalankan di server Web.

Ø  MAC Address (Media Access Control Address)         : sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan.

Ø  OSI Model (Open System Interconnection Model)  :               merupakan sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda

Ø  PHP (Personal Home Page)                    : sebuah bahasa server scripting yang terpasang pada web server, yang bertujuan memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik.

 

Ø  PPP (Point-to-Point Protocol) :          adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada Wide Area Network (WAN).

 

Ø  RFC (Request for Comments)                 :          adalah salah satu dari seri dokumen infomasi dan standar Internet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan dalam jaringan, Internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix, Windows, dan Novell NetWare.

 

Ø  Routing : sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork; dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai router.

Ø  SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)           :               merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet.

 

Ø  SNMP (Simple Network Management Protocol)      :               merupakan protokol yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote).

Ø  TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)   : standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet; merupakan kumpulan protokol (protocol suite); merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.

ADT POINT in C

Berikut akan saya tampilkan script ADT Point dalam C :

  • ADTPOINT.h

/* file        : point.h */
/* ADT point           */

#ifndef point_h
#define point_h
//#include “boolean.h”

/* definisi ADT point */
typedef struct
{
int x;        /* absis */
int y;        /* ordinat */
} point;

/* definisi prototipe primitif */
/*** konstruktor membentuk point ***/
point makepoint(int x,int y);
/* membentuk sebuah point dari komponen-komponennya */

/*** selektor point ***/
int getabsis (point p);
/* mengirimkan komponen absis dari p */

int getordinat(point p);
/* mengirimkan komponen ordinat dari p */

/*** destruktor/dealokator:tidak perlu ***/
/*** set nilai komponen point ***/
void setabsis(point *p,int newx);
/* men-set komponen absis dari p */

void setordinat(point *p,int newy);
/* men-set komponen ordinat dari p */

/* kelompok interaksi dengan I/O device, baca/tulis */
//void bacapoint(point *p);
/* bacapoint(x,y,p) membentuk p dari x dan y yang dibaca */

void tulispoint(point p);
/* nilai p ditulis ke layar dg format (X,Y) */

/* kelompok operasi aritmatika terhadap byte */
point pluspoint(point p1,point p2);
/* menghasilkan salinan p yang berisi p1+p2 */
/* melakukan operasi penjumlahan vektor */

point minuspoint(point p1,point p2);
/* menghasilkan p1-p2 */

/*** kelompok operasi relasional terhadap point ***/
boolean EQ(point p1,point p2);
/* mengirimkan true jika p1=p2 */

boolean NEQ(point p1,point p2);
/* mengirimkan true jika p1 tidak sama dengan p2 */

boolean LT(point p1,point p2);
/* mengirimkan true jika p1<p2 */
/* definisi lebih kecil:lebih “kiri-bawah” dalam bidang kartesian */

boolean GT(point p1,point p2);
/* mengirimkan true jika p1>p2 */
/* definisi lebih besar:lebih “kanan-atas” dalam bidang kartesian */

/* kelompok menentukan dimana p berada */
boolean isorigin(point p);
/* menghasilkan true jika p adalah titik origin */

boolean isonsbx(point p);
/* menghasilkan true jika p terletak pada sumbu x */

boolean isonsby(point p);
/* menghasilkan true jika p terletak pada sumbu y */

int kuadran(point p);
/* menghasilkan kuadran dari p: 1,2,3,atau 4 */
/* precondition: p bukan titik origin dan p tdk terletak pd slh satu sumbu */

/* kelompok operasi lain terhadap type */
point nextx(point p);
/* mengirim salinan p dengan absis ditambah satu */

point nexty(point p);
/* mengirim salinan p dengan ordinat ditambah satu */

point plusdelta(point p,int deltax,int deltay);
/* mengirim salinan p yang absisnya = absis(p)+deltax dan */
/* ordinatnya = ordinat(p)+deltay */

point mirrorofpoint(point p,boolean sbx,boolean sby);
/* menghasilkan salinan p yang dicerminkan */
/* tergantung nilai sbx dan sby */
/* jika sbx bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb x */
/* jika sby bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb y */

float jarak0(point p);
/* menghitung jarak p ke (0,0) */

void geserpoint(point *p,int deltax,int deltay);
/*I.S : p terdefinisi */
/*F.S : p digeser sebesar deltax dan ordinatnya sebesar delta y*/

void geserpointkesbx(point *p);
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p di sumbu x dg absis = absis semula */
/* proses : tergeser ke sumbu x */
/* contoh : jika koordinat semula(9,9) menjadi (9,0)*/

void geserpointkesby(point *p);
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p di sumbu y dg absis = absis semula */
/* proses : tergeser ke sumbu y */
/* contoh : jika koordinat semula(9,9) menjadi (0,9)*/

void mirrorpoint(point *p,boolean sbx,boolean sby);
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p dicerminkan tergantung nilai sbx atau sby */
/* jika sbx true maka dicerminkan thd sumbu x */
/* jika sby true maka dicerminkan thd sumbu y */

void putarpoint(point *p,float sudut);
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p diputar sebesar sudut derajat */

#endif

  • ADTPOINT.cpp

#include <stdio.h> // Ket: perintah printf berasal dari stdio.h, sehingga harus ditulis
#include “ADTPOINT.h”

point makepoint(int x,int y)
{
point temp; //buat variabel point bernama temp

temp.x = x;
temp.y = y; // mengisikan nilai x dan y

return temp;
}

void tulispoint(point p)
{
printf(“X: %d, Y: %d \n”, p.x, p.y); //mencetak nilai x dan y di layar    /* KET: %d= sesuatu yang bernilai integer, \n untuk baris selanjutnya*/

}

int getabsis (point p)
{
return p.x;
}

int getordinat(point p)
{
return p.y;
}

void setabsis(point *p,int newx)
{
(*p).x = newx;
}

void setordinat(point *p,int newy)
{
(*p).y = newy;
}

point pluspoint(point p1,point p2)
{
point temp;
temp.x = p1.x + p2.x;
temp.y = p1.y + p2.y;
return temp;
}

point minuspoint(point p1,point p2)
{
point temp;
temp.x = p1.x – p2.x;
temp.y = p1.y – p2.y;
return temp;
}
/*pengurangan antar 2 titik*/

bool EQ(point p1, point p2)
{
bool temp;
if(p1.x == p2.x && p1.y == p2.y)
{
temp = true;
}
else
{
temp = false;
}
return temp;
}
/* mengecek apakah koordinat yg ada sama*/

bool NEQ(point p1, point p2)
{
bool temp;
if(p1.x != p2.x && p1.y != p2.y)
temp = true;
else
temp = false;
return temp;
}
/* mengecek apakah koordinat tidak sama*/

bool LT(point p1,point p2)
{
bool temp;
if (jarak0(p1) < jarak0(p2))
temp = true;
else
temp = false;
return temp;

}
/* mengecek apakah koordinat pertama lebih kecil dari yg kedua*/

bool GT(point p1,point p2)
{
bool temp;
if (jarak0(p1) < jarak0(p2))
temp = true;
else
temp = false;
return temp;
}
/* mengecek apakah koordinat pertama lebih besar dari yg kedua*/

bool isorigin(point p)
{
bool temp;
if (p.y==0 && p.x==0)
temp = true;
else
temp = false;
return temp;
}
/*mengecek boolean koordinat berada di 0,0*/

bool isonsbx(point p)
{
bool temp;
if (p.x==0)
temp = true;
else
temp = false;
return temp;
}
/*mengecek boolean koordinat berada di sb x apa tidak*/

bool isonsby(point p)
{
bool temp;
if (p.y==0)
temp = true;
else
temp = false;
return temp;
}
/*mengecek boolean koordinat berada di sb y apa tidak*/

int kuadran(point p)
{
int kuad;

if (p.x>0 && p.y!=0){
if (p.y>0)
kuad =1;
else
kuad = 4;
}else{
if (p.x<0 && p.y!=0 ){
if (p.y>0)
kuad = 2;
}else
kuad = 3;
}
return (kuad);
}
/*menunjukan posisi kuadran titik*/

point nextx(point p)
{
p.x++;
return p;
}
/*menambahkan absis 1*/

point nexty(point p)
{
p.y++;
return p;
}
/*menambahkan ordinat 1*/

point plusdelta(point p,int deltax,int deltay)
{
p.x+=deltax;
p.y+=deltay;

return(p);
}
/*menambahkan ordinat dengan ordinat yg dimasukkan*/

point mirrorofpoint(point p,bool sbx,bool sby)
{
if (sbx == true){
if(sby == true){
p.x=-p.x;
tulispoint(p);
p.x=-p.x;
p.y=-p.y;
tulispoint(p);
}else{
p.y=-p.y;
tulispoint(p);}}
else{if (sby == true){
p.x=-p.x;
tulispoint(p);
}else{
tulispoint(p);}
}
}
/*mencerminkan titik*/

float jarak0(point p)
{

float temp;
p.x = p.x * p.x;
p.y = p.y * p.y;
temp = p.x + p.y;
temp = sqrt(temp);

return temp;
}
/*jarak dari titik ke (0,0)*/

void geserpoint(point *p,int deltax,int deltay)
{
(*p).x+=deltax;
(*p).y+=deltay;
}
/*titik digeser dengan titik tertentu*/

void geserpointkesbx(point *p)
{
(*p).y=0;

}
/*geser koordinat y ke sb 0*/

void geserpointkesby(point *p)
{
(*p).x=0;
}
/*geser koordinat x ke 0*/

void mirrorpoint(point *p,bool sbx,bool sby)
{
{
if (sbx == true){
if(sby == true){
(*p).x=-(*p).x;
tulispoint(*p);
(*p).x=-(*p).x;
(*p).y=-(*p).y;
tulispoint(*p);
}else{
(*p).y=-(*p).y;
tulispoint(*p);}}
else{if (sby == true){
(*p).x=-(*p).x;
tulispoint(*p);
}else{
tulispoint(*p);}
}
}
}
/*mencermink titik,masuk ke memori*/

void putarpoint(point *p,float sudut)
{

float temp_sudut;
temp_sudut = (asin((*p).x / jarak0(*p))) + (sudut * 3.14 / 180);

(*p).x = jarak0(*p) * sin(temp_sudut);
(*p).y = jarak0(*p) * cos(temp_sudut);
}
/* menentukan koordinat titik setelah dilakukan rotasi sebesar sudut yang telah ditentukan */


  • Main.cpp

#include <IOS> // Ket:system(“pause”) menggunakan IOS
#include “ADTPOINT.h”

int main()
{
point P, Q, L, K, C;

printf(“masukkan P:\t”);
bacapoint(&P); /*mendefinisikan koordinat di variabel P*/
printf(“titik P:\t”);
tulispoint(P); /*menuslikan nilai*/
printf(“jarak titik P dari (0,0):”);
printf(“%f\n”,jarak0(P));
printf(“masukkan Q:\t”);
bacapoint(&Q); /*mendefinisikan koordinat di variabel P*/
printf(“titik Q:\t”);
tulispoint(Q); /*menuslikan nilai*/
printf(“jarak titik Q dari (0,0):”);
printf(“%f\n”,jarak0(Q));

printf(“\n koordinat setelah dijumlahkan (titik R):\n”);
pluspoint(P,Q); /*menyimpan nilai penambahan point di R*/
tulispoint(pluspoint(P,Q)); /*menuliskan point yang sudah di tambahkan*/
printf(“koordinat setelah dikurangkan (titik S):\n”);
minuspoint(P,Q); /*menyimpan nilai pengurangan point di S*/
tulispoint(minuspoint(P,Q)); /*menuliskan point yang sudah di kurangkan*/

printf(“\n apakah nilai koordinat R dan S sama??\t”);
if (EQ(pluspoint(P,Q),minuspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari kesamaan koordinat*/

printf(“apakah nilai koordinat R dan S beda??\t”);
if (NEQ(pluspoint(P,Q),minuspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari ketidaksamaan koordinat*/

printf(“apakah nilai koordinat R berada pada sumbu X??\t”);
if (isonsbx(pluspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari persinggugan dengan sb x*/

printf(“apakah nilai koordinat S berada pada sumbu Y??\t”);
if (isonsby(minuspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari persinggugan dengan sb y*/

printf(“apakah nilai koordinat S berada pada titik origin??\t”);
if (isorigin(pluspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean di titik origin atau tidak*/

printf(“\n apakah nilai koordinat penjumlahan lebih kecil dari pengurangan??\t”);
if (LT(pluspoint(P,Q),minuspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari perbandingan lebih kecil*/

printf(“apakah nilai koordinat penjumlahan lebih besar dari pengurangan??\t”);
if (GT(pluspoint(P,Q),minuspoint(P,Q)) == true) printf(“TRUE\n”);
else
printf(“FALSE\n”); /*cek boolean dari perbandingan lebih besar*/

printf(“\n pergantian nilai koordinat titik P:\n”);
setabsis(&P,50); /*menggantikan nilai x yang baru*/
setordinat(&P,30); /*menggantikan nilai y yg baru*/
printf(“nilai absis menjadi\t : %d \n”, getabsis(P)); /*menyimpan absis baru*/
printf(“nilai ordinat menjadi\t : %d\n”, getordinat(P)); /*menyimpan ordinat baru*/
printf(“titik P berada pada kuadran : %d\n”,kuadran(P)); /*mencari kuadran titik P*/

printf(“absis titik P di tambah 1 jadi :”);
nextx(P);
tulispoint (nextx(P)); /*absis titik P ditambah 1*/

printf(“ordinat titik P di tambah 1 jadi :”);
nexty(P);
tulispoint(nexty(P));/*ordinat titik P di tambah 1*/

printf(“titik P setelah melewati PlusDelta adalah:”);
C = plusdelta(P,10,20);
tulispoint(C); /*titik P setelah di tambah nilai tertentu*/

printf(“\n titik P setelah melewati geserpoint adalah:”);
geserpoint (&C,5,3);
tulispoint(C); /*titik setelah digeser*/
printf(“Koordinat setelah melewati mirrorofpoint :\n”);
mirrorofpoint(C,isonsbx(C),isonsby(C)); /*titik setelah melewati mirrorofpoint*/
printf(“Koordinat setelah melewati mirrorpoint :\n”);
mirrorpoint(&C,isonsbx(C),isonsby(C)); /*titik setelah melewati mirrorpoint*/

printf(“\n koordinat titik L :”);
L = makepoint(30,40); /*mendefinisikan koordinat di variabel L*/
tulispoint(L); /*menuslikan nilai*/
printf(“Koordinat setelah masuk gesersbx :”);
geserpointkesbx(&L); /*geser ke sbx*/
tulispoint(L); /*menuslikan nilai*/

printf(“/n koordinat titik K :”);
K = makepoint(20,30); /*mendefinisikan koordinat di variabel K*/
tulispoint (K); /*menuslikan nilai*/
printf(“Koordinat setelah masuk gesersby :”);
geserpointkesby(&K); /*geser ke sby*/
tulispoint(K);/*menuslikan nilai*/

system(“pause”);
return 0;
}

sekian dan terimakasih.. :D

Contoh Linked Representation

Menurut pemahaman yang saya dapatkan dari pertemuan pertama mata kuliah Alstrukdat, saya mencoba untuk  memberi contoh dari linked representation selain contoh pada kasus DVD atau CD RW yaitu hard disk dan flashdisk.

Mungkin sebelumnya saya mencoba untuk memberi penerangan singkat tentang cara kerja linked representation yang dapat dilihat melalui gambar berikut..

Misalkan kita memiliki 3 data seperti pada gambar diatas..

saat kita menghapus data ke 2, maka link yang terhubung sebelumnya pada data ke 2 akan langsung menuju ke data ke 3, seperti gambar berikut..

Menurut pengamatan sy, hal ini terjadi pada flash disk dan hard disk ketika melakukan proses penghapusan data. Ketika data di tambahkan, maka link akan langsung terhubung ke data yang baru ditambahkan tersebut..

Yah, mungkin cukup sekian penjelasan singkat yang saya dapat jelaskan..

kurang lebihnya mohon dimaafkan, mengingat disini saya masih dalam tahap pembelajaran.. :D

kalau terjadi kesalahan mohon diperbaiki.. karena kesalahan adalah awal dari keberhasilan.. :)

TERIMAKASIH

Mereka dibalik Semua Ini???

Teman-teman pasti uda sering mencoba fasilitas” seru yang ada di internet. Fitur-fitur seru yang ditawarkan internet bahkan bisa membuat kita lupa waktu.. :D

Tahukah kalian siapa yang berperan paling penting dalam internet???

mereka adalah Vannevar Bush yang berperan dalam ARPANET dan Theodor Holm Nelson sebagai penemu HTTP ,, wow.

HTTP(Hypertext Transfer Protocol) merupakan sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.

ARPANET merupakan awal dari internet pada tahun 1969 yang dibangun oleh ARPA(United States Department of Defense advenced Research Project Agency). Penyelidikan awal dari ARPANET tentang rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queuening, dan pertukaran paket (packet switching). Tanggal 1 januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP. TCP/IP inilah jaringan yang kita gunakan sampai sekarang.

Okelah,, kalian pasti ingin tahu lebih dalam tentang mereka…

Vannevar Bush (lahir 11 Maret 1890, Everett, Mass, Amerika Serikat – meninggal 28 Juni 1974, Belmont, Mass) US insinyur listrik dan administrator. Dia mengajar terutama di MIT (1919 – 38, 1.955-71). Pada akhir 1920-an dan ’30s, Bush dan murid-muridnya dibangun beberapa komputer analog elektronik untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Dia membantu menemukan Raytheon Co, dan ia menjabat sebagai presiden dari Institut Carnegie (1939 – 55). Pada tahun 1941 ia menjadi direktur dari US Office of Scientific Research and Development, di mana dia membantu mengatur kapasitas Proyek Manhattan. Dengan menyediakan dukungan pemerintah untuk universitas berbasis penelitian ilmiah, lembaga membuka jalan bagi bantuan federal sesudah perang dasar penelitian ilmiah. Sebagai penasihat Pres. Franklin Roosevelt, ia meletakkan dasar bagi pembentukan National Science Foundation (1950). Sebuah pencarian informasi dan sistem penjelasan ia menggambarkan menjadi prototipe teori hypertext, dasar dari World Wide Web. Bush lulus dari Universitas Tufts pada tahun 1913 dan kemudian mengajar teknik elektro di Massachusetts Institute of Technology. Sementara masih di MIT, ia cofounded tabung radio yang sukses perusahaan: Raytheon. Selama dekade berikutnya, Bush merancang serangkaian kalkulator mekanik, disebut analisis diferensial, yang pada awalnya berguna untuk simulasi operasi listrik grid, tapi pada pertengahan, Äêthirties menjadi luas dilihat sebagai paling kuat di dunia komputer. Dia menjabat sebagai presiden (1939) dari Institusi Carnegie. Pada Juni 1940, Bush membujuk Presiden Franklin D. Roosevelt untuk menamai dia kepala badan federal yang baru diisi dengan sipil mengkoordinasikan riset mengenai masalah-masalah militer. Sebagai ketua Dewan Riset Pertahanan Nasional (dan kemudian badan induknya, yang Organization for Scientific Research and Development), Bush mengawasi ratusan penciptaan teknologi militer, terutama radar dan jarak sumbu. Dia dinetralkan skeptis dalam Departemen Angkatan Darat dan Angkatan Laut dengan mengandalkan pada garis langsung kepada Roosevelt. Dan dia mengandalkan ahli teknis untuk menetapkan prioritas. Pikiran pertama Bush di senjata atom mungkin tidak memainkan peran dalam Perang Dunia II. Tapi ia berubah pikiran pada musim gugur 1941 dan ditetapkan dalam penciptaan gerak Proyek Manhattan, memilih tentara untuk langsung crash program karena ia tidak dipercaya Angkatan Laut untuk meremehkan dirinya dan ilmuwan lain. Di antara pemerintah yang pertama dalam memperkirakan implikasi yang lebih gelap senjata atom, Bush memperingatkan Menteri Perang Henry L. Stimson di September 1944 tentang kemungkinan, Aua perlombaan senjata rahasia, au yang mungkin diakibatkan di Amerika Serikat kehilangan, Äútemporary keuntungan, AU senjata atom. Seperti ras mungkin dihindari, ia menyarankan,, lengkap Äúby ilmiah internasional dan pertukaran teknis mengenai hal ini., Au Namun, di musim panas 1945, Bush merekomendasikan bahwa bom atom yang dijatuhkan di Jepang. Dari 1945 sampai 1948, Bush berusaha untuk menciptakan sipil, Äêdominated direktorat dalam pembentukan militer AS yang akan merasionalisasi penelitian, menetapkan prioritas untuk cabang-cabang individu dan membatasi duplikasi. Layanan, pada saat itu berniat membangun organisasi-organisasi riset mereka sendiri, menolak perencanaan terpusat, tetapi Bush berhasil menciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (RDB) di Pentagon yang ketua (awalnya Bush) melaporkan langsung kepada Menteri Pertahanan. The RDB meletakkan landasan untuk kemudian, lebih efektif koordinasi penelitian militer.

Theodor Holm Nelson (lahir 1937) adalah seorang sosiolog, filsuf, dan pelopor teknologi informasi. Dia menciptakan istilah “hypertext” dan “hypermedia” pada tahun 1963 dan menerbitkannya pada tahun 1965. Ia juga dihormati dengan penggunaan pertama dari kata-kata dengan templat, virtuality, intertwingularity dan teledildonics. Dorongan utama dari karyanya telah membuat komputer mudah diakses oleh orang-orang biasa. Motonya adalah: “Sebuah antarmuka pengguna harus begitu sederhana sehingga seorang pemula dalam keadaan darurat dapat memahaminya dalam waktu sepuluh detik.” seorang profesional visioner, menulis pada tahun 1965 tentang “Sastra Mesin,” komputer yang akan memungkinkan orang untuk menulis dan mempublikasikan dalam baru, format nonlinear, yang disebut hypertext. Hypertext adalah “nonsequential” teks, di mana pembaca tidak dibatasi untuk membaca dalam urutan tertentu, tetapi bisa mengikuti link dan menyelidiki dokumen asli dari kutipan pendek. Ted menggambarkan sebuah proyek futuristik, Xanadu [®], di mana semua informasi dunia dapat diterbitkan dalam hypertext. Sebagai contoh, jika Anda sedang membaca buku ini dalam hypertext, Anda akan dapat mengikuti link dari referensi saya ke Xanadu untuk informasi lebih lanjut tentang proyek itu. Dalam visi Ted, setiap kutipan pasti akan link kembali ke sumbernya, yang memungkinkan penulis asli untuk dapat dikompensasi dengan jumlah yang sangat kecil setiap kali kutipan dibacakan. Dia memiliki mimpi tentang masyarakat utopis di mana semua informasi dapat dibagi di antara orang-orang yang dikomunikasikan secara setara. Dia berjuang selama bertahun-tahun untuk mencari dana untuk proyek-nya, tapi sukses menghindari dia.

Nah,, sekarang kalian sudah mengetahui tentang kedua orang yang berperan besar dalam perkembangan internet..

So,, mari kita manfaatkan hasil kerja keras mereka dengan benar dan effektive. ;)

Kaskus is the best forum.. ^^

KASKUS adalah forum yang sangat menguntungkan bagiku. Kaskus adalah forum yang terlengkap. Disini kita bisa mendapat hiburan, mendapat pendidikan, dll pokoknya banyak banget deh ampe gak bisa diitung pake jari =)). Disini juga kita bisa dapet info berjualan dan berbelanja.

untuk menjadi anggota dari forum ini, kalian ckup kunjungi http://www.kaskus.us atau http://www.kaskus.com setelah itu tinggal registrasi acount saja.

liat nih..

Gimana??

Serukan??

So tunggu apa lagi? mari kita ramaikan forum Kaskus dengan mendaftarkan acount anda, anda sudah bisa menikmati layanan-layanan yag sangat seru dari Kaskus.